Home / Uncategorized / Bahaya Berteman Dengan Mantan Kekasih

Bahaya Berteman Dengan Mantan Kekasih

Bahaya Berteman Dengan Mantan Kekasih – Ketika satu hubungan percintaan selesai, semasing mesti pilih, apakah juga akan masih berteman atau tak dengan bekas mereka. Tapi satu studi temukan kalau mereka yang mempunyai kepribadian gelap, termasuk juga narsistik serta psikopat, malah relatif pilih masih berteman dengan bekas mereka.

Penelitian yang dikerjakan Kampus Oakland temukan mereka masih dekat dengan bekas sehabis putus, karna argumen praktis, seperti tidak ingin rugi, menginginkan ikut serta, atau menginginkan membalas dendam.

Banyak cerita berkenaan mereka yang sakit hati karna putus cinta lantas membalas pasangannya dengan menebarkan foto-foto intim bekas di medsos, atau meneror dengan beragam langkah, umpamanya pesan makanan lewat go-food atas nama pasangannya, seperti yang berlangsung di Jakarta sebagian waktu kemarin.

Diluar itu, menurut study, masih dekat dengan bekas dapat menyebabkan barah pertikaian, terlebih kalau salah satunya dari mereka mulai mempunyai pasangan baru.

Dalam study, sekitar 861 responden di tanya bagaimana hubungan mereka dengan bekas sehabis putus serta argumen masih berteman. Nyatanya beberapa orang yang mempunyai kesamaan kepribadian gelap seperti narsisme serta psikopat menyebutkan, mereka masih berteman dengan bekas karna argumen kepraktisan atau untuk dapat kembali sekali lagi.

Penelitian beda temukan kalau mereka yang mempunyai sifat-sifat gelap sesuai sama itu juga pemilih dalam berteman, terkecuali relatif inginkan hubungan periode pendek di banding periode panjang.

Kendati sekian, ada pula responden beda yang mengungkap mereka masih berteman dengan bekas karna sama-sama yakin serta mempunyai ikatan yang kuat.

Menjauh

Walau orang dapat saja terkait baik dengan bekas, tetapi dalam banyak masalah hubungan itu dapat membimbing pada kendala. Pakar hubungan Matthew Hussey, menyebutkan, ” Jika cerita percintaan telah usai, Anda tetap masih dapat berteman. Tapi baiknya Anda berfikir kalau rasa itu telah hilang. Tetapi jalan paling baik terus menjauh, terlebih kalau perpisahan itu menyakitkan. “

Tetapi bagaimana kalau Anda tak ada pilihan terkecuali masih dekat dengan bekas karna sebagian argumen seperti sudah mempunyai anak, atau bekerja ditempat yang sama?

Hussey menganjurkan supaya sedikit untuk sedikit kurangi intensitas pertemuan serta jadi rekan yang berjarak. Karna kalau sangat dekat, potensi untuk sakit hati dapat tambah besar, terlebih kalau bekas telah mempunyai pengganti.

Hal beda yang direkomendasi untuk dikerjakan yaitu mulai tutup akses-akses yang awal mulanya dapat digunakan dengan. Umpamanya akses ke medsos seperti password serta yang lain. Ini bukan hanya bermakna kita membenci, tetapi sebatas untuk melindungi privacy supaya tak disalahgunakan. Terlebih kalau Anda ketahui bekas Anda termasuk juga yang mempunyai kepribadian gelap.

About admin