Home / Berita Umum / Mahasiswa di Karawang Jernihkan Air Kotor Gunakan Arang Hingga Kerikil

Mahasiswa di Karawang Jernihkan Air Kotor Gunakan Arang Hingga Kerikil

Mahasiswa di Karawang Jernihkan Air Kotor Gunakan Arang Hingga Kerikil – Mahasiswa Kampus Buana Perjuangan (UBP) Karawang bikin metode penampungan air berbasiskan sedimentasi serta filterisasi. Dia merupakan Saiful Anwar, mahasiswa smester 7 jurusan Tehnik Industri.

Anwar memaparkan, buat menyaring air, dia memanfaatkan media arang, serabut kelapa, bahkan juga kerikil serta kapas buat menyaring air kotor. Dia juga memanfaatkan mesin pompa celup yg idenya dipasang dibawah permukaan irigasi.

” Mesinnya dipasang dibawah air biar kala kemarau serta air dikit, mesin tetap bisa mengisap air, ” ujar Anwar kala dijumpai di Universitas UBP, Jalan Ronggowaluyo, Karawang, Jawa Barat, Selasa (4/9/2018).

Air dari irigasi lantas ditampung di bak, sesudah itu, air dialirkan ke bak yg udah dipasangi susunan penyaring. Air yg udah tersaring lantas dialirkan ke bak penampung yang dipasangi penyaring. ” Hingga air dapat lebih jernih sebab kita saring kedua kalinya, ” kata Anwar.

Penemuan itu berasal dari keprihatinan Anwar kala mengerjakan kuliah kerja fakta (KKN) di Desa Wanajaya, Kecamatan Telukjambe Barat, Karawang. Di Desa itu, Anwar menyaksikan warga yg ada masalah memperoleh air bersih. Bahkan juga bak penampung air yg kerapkali dimanfaatkan penduduk kondisinya memprihatinkan. Hasilnya ia berexperimen bikin bak itu lebih baik.

” Situasi bak penampungan penduduk kurang baik, sebab terbuka hingga air yg ditampung ringan terkontaminasi, ” ujarnya.

Sayangnya, kata Anwar air dari bak itu kerapkali dimanfaatkan penduduk buat kepentingan satu hari – hari. ” Sebab sumur mereka kering, sejumlah penduduk terpaksa sekali memanfaatkan air dari bak penampungan, ” ujarnya.

” Situasi itu senantiasa berlangsung kala kemarau. Keadaan gak beralih serta senantiasa berulang tiap-tiap musim kemarau, ” kata Anwar.

Anwar cerita, temuannya ini dilatarbelakangi situasi kekeringan yg tetap senantiasa menghantui lokasi Karawang sisi selatan. Setidaknya beberapa dusun serta sembilan desa di dua Kecamatan di Karawang tetap alami krisis air.

Bahkan juga, Tubuh Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sehari-harinya mesti turunkan pemberian 25 ribu liter air bersih terhadap penduduk yg terdampak kekeringan.

” Tiap-tiap hari kita kirim air ke penduduk sejumlah lima rit mobil. Satu rit itu sejumlah 5 ribu liter air. Menjadi lebih kurang 25 ribu liter air bersih kita kirim ke penduduk yg terdampak, ” kata Kasi Kedaruratan BPBD Karawang Muhammad Jaenudin kala diwawancara terpisah, Selasa (4/9/2018).

About admin