Home / Berita Umum / Nelayan di Jambi Ditemukan Tewas Terapung, Diduga Dihantam Gelombang Tinggi

Nelayan di Jambi Ditemukan Tewas Terapung, Diduga Dihantam Gelombang Tinggi

Nelayan di Jambi Ditemukan Tewas Terapung, Diduga Dihantam Gelombang Tinggi – Seseorang nelayan Desa Kuala Pangkal Duri, Tanjung Jabung Timur, Jambi, bernama Masdar (25) diketemukan meninggal terapung di perairan Kuala Mendahara. Masdar awal mulanya sudah sempat dikatakan hilang waktu melaut bersama dengan nelayan beda.

” Kita dapatkan korban dalam keadaan yang telah terapung, tubuhnya nelayan ini pula telah mulai menggelembung. Dikira nelayan ini meninggal telah lebih dari sehari sebab awal mulanya sudah sempat dikatakan hilang, ” kata Kepala Basarnas Jambi Ibnu Haris Alhusen, Rabu (3/4/2019) .

Ibnu menerangkan, nelayan itu pergi melaut bersama dengan rombongan memanfaatkan perahu pada Senin (1/4) pagi. Beberapa nelayan itu lantas berpisah buat mencari ikan serta akan kumpul di satu tempat sehabis usai melaut.

” Jadi beberapa nelayan ini sebelumnya pergi berkelompok memanfaatkan perahu semasing. Terus mereka berpisah di dalam laut buat mencari ikan serta selanjutnya mereka ini bergabung kembali di satu titik spesifik. Akan tetapi waktu bergabung serta akan ke arah daratan nelayan bernama Masdar ini tidak keluar serta dikatakan hilang, ” tangkisnya.

Team kombinasi dari Basarnas serta pihak kepolisian terus kerjakan pelacakan pada korban. Masdar lantas diketemukan meninggal pada siang ini hari. Jasad Masdar itu berjarak 6 km. dari perahu punya dia.

” Kita belum memahami pastinya yang menimbulkan tewasnya nelayan itu, sebab kita sukses temukan korban berjarak 6 km. dari tempat perahu yang sukses diketemukan lebih dahulu. Kita menerka tewasnya mungkin sebab hantaman air laut yang sekarang yang termasuk cukup tinggi. Akan tetapi itu semua masihlah dalam pendapat kita sebab buat proses sesudah itu diserahkan ke pihak kepolisian, ” kata Ibnu.

Pihak keluarga menampik Masdar buat divisum. Petugas lantas langsung menyerahkan jenazah Masdar terhadap keluarga buat selekasnya dikebumikan.

” Sebab tempat kapal itu baik-baik saja, terus bekal makanan yang sudah sempat dibawa nelayan itu masihlah dalam kondisi utuh, karena itu polisi sudah sempat pingin kerjakan visum, akan tetapi pihak keluarga menampik serta pada akhirnya kita berikan korban ke pihak keluarga buat dikebumikan, ” tukasnya.

About admin