Home / Berita Umum / Pandanagan Burhanuddin Muhtadi Tentang Tim Prabowo

Pandanagan Burhanuddin Muhtadi Tentang Tim Prabowo

Pandanagan Burhanuddin Muhtadi Tentang Tim Prabowo – Instansi survey Sinyal Politik Indonesia (Sinyal) memberitakan hasil surveinya di bulan Desember 2018. Hasil dari analisa itu, Direktur Eksekutif Sinyal Burhanuddin Muhtadi menyimpulkan kalau pasangan calon nomer urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno miliki basis partisan lebih kuat di social media.

“Ya disadari PKS serta Gerindra merupakan penguasa media sosial. Saya bisa data dari team kajian team media sosial, terdapat banyak itu ada lembaga-lembaga yg mengkalkulasi peak data, memang PKS serta Gerindra. Dan partai-partai partisan Jokowi itu PDIP serta PSI yg lumayan cukup. Itu lantas PDIP nomer 3, PSI nomer 6, ” ujar Burhanuddin di Menteng, Jakarta, Selasa (8/1/2019) .

Menurut launching survey Sinyal, dalam category support capres-cawapres menurut pemakai internet, pasangan Jokowi-Ma’ruf menduduki angka 52 prosen. Sesaat pasangan Prabowo-Sandi memperoleh 39 prosen.

Sesaat buat non-pengguna internet, pasangan Jokowi-Ma’ruf memperoleh angka 57 prosen serta pasangan Prabowo-Sandiaga memperoleh 31 prosen.

“Pemilih yg menyatakan beri dukungan Jokowi-Ma’ruf itu unggul baik di golongan mereka yg memanfaatkan internet maupun pemilih yg tak memanfaatkan internet, ” kata Burhanuddin.

Tetapi, ujarnya, kepopuleran Prabowo-Sandi lebih bersaing di golongan pemilih yg memanfaatkan internet dibanding mereka yg tak memanfaatkan internet.

“Jadi support pada Jokowi-Ma’ruf lebih kuat di golongan yg tak memanfaatkan internet, ” tegas Burhanuddin.

Burhanuddin mengatakan, analisa itu libatkan 1. 220 responden dengan cara acak dengan margin of error 2, 9 prosen + 1. Tetapi, pemakai social media sangat banyak berdasarkan analisa ini merupakan WhatsApp, Facebook, Youtube, Instagram, serta paling akhir merupakan Twitter.

Dia memberikan, nada pemilih dari social media ini tak dapat di pandang sebelah mata. Karenanya banyak pemilih malahan kerap membuka berita politik lewat internet.

“Paling banyak pemilih kita ikuti berita politik lewat TV serta yg sangat menarik mereka ikuti berita lewat internet. Lantas koran serta radio kecil, ” ujarnya.

“Ada kenaikan eksponensial pemilih Indonesia mengikut berita politik dari internet. Sesaat mode wadah beda dalam rencana memberikan berita politik disertai pemilih itu trennya turun, ” lanjut Burhanuddin.

About admin