Home / Berita Nasional / Produksi Sayur Mayur Masih Kurang Di Dalam Negeri

Produksi Sayur Mayur Masih Kurang Di Dalam Negeri

Produksi Sayur Mayur Masih Kurang Di Dalam Negeri – Meski miliki predikat sebagai negara agraris, keperluan sayuran serta buah masihlah diimpor. Seperti diambil dari data Tubuh Pusat Statistik (BPS) Senin (20/3/2017) , impor beraneka type sayuran Indonesia selama Januari-Februari 2017 terdaftar sebesar 148. 216 ton, dengan nilai US$ 148, 58 juta.

Impor itu naik andaikata ketimbang dengan periode yang sama di 2016 ialah, sebesar 120. 258 ton dengan nilai US$ 99, 56 juta. Impor sayuran paling besar datang dari China, dengan volume 91. 593 ton (US$ 106, 37 juta) , bekasnya datang dari Myanmar, Kanada, Ethiopia, Amerika Perkumpulan, serta yang lain.

Pintu masuknya terbesar melalui Pelabuhan Tanjung Perak dengan volume 87. 814 ton, selanjutnya Tanjung Priok jumlah 35. 157 ton, Pelabuhan Belawan 20. 167 ton, Pelabuhan Batu Ampar 2. 940 ton, serta Pelabuhan Tanjung Emas 441 ton.

Sesaat utk impor buah-buahan di peride Januari-Februari 2017 ialah sebesar 161. 402 ton dengan nilai US$ 233, 44 juta. Seperti sayur mayur, impor buah paling besar juga paling banyak dihadirkan dari China dengan volume 96. 737 ton (US$ 137, 36 juta) , bekasnya berasal Thailand, Pakistan, Amerika Perkumpulan, Mesir, serta yang lain.

Buah impor ini paling banyak masuk melalui Pelabuhan Tanjung Perak jumlah 103. 329 ton, Pelabuhan Tanjung Priok 42. 982 ton, Pelabuhan Belawan 10. 044 ton, Pelabuhan Tanjung Emas 3. 284 ton, serta Bandara Soekarno-Hatta 567 ton.

Product hortikultura yang lain terkecuali sayuran serta buah, Indonesia juga mengimpor komoditas anggrek. Bunga dengan nama latin orchidaceae ini diimpor dari Thailand dengan volume 3. 903 ton sejumlah US$ 19 ribu, dengan pintu masuk lewat Bandara Soekarno-Hatta.

About admin