Home / Berita Umum / Putu Mengharap Kemendikbud Memonitor Tiap-Tiap Daerah

Putu Mengharap Kemendikbud Memonitor Tiap-Tiap Daerah

Putu Mengharap Kemendikbud Memonitor Tiap-Tiap Daerah  – Empat bocah meninggal dunia terbawa arus sungai di Kabupaten Nias Selatan. Komisi X DPR RI prihatin atas peristiwa itu serta mengharapkan itu berubah menjadi yg paling akhir.

” Saya mengharapkan tidaklah ada lagi anak-anak sekolah sebagai korban, cukuplah ini yg paling akhir, ” kata anggota Komisi X dari Fraksi Demokrat, Putu Supadma Rudana, lewat info terdaftar, Rabu (5/9/2018) malam.

Putu bakal mengharap Kementerian Pendidikan serta Kebudayaan (Kemendikbud) buat memonitor tiap-tiap daerah yg infrastruktur menuju sekolahnya tak layak. Dia mendorong pemerintah lekas membuat layanan layak untuk anak-anak dalam bersekolah.

” Kami bakal lekas mememohon terhadap Kemendikbud buat memonitor di tiap-tiap daerah pedalaman. Apabila memang tak ada jembatan, pemerintah pusat mesti lekas membuat. Bila tak, bangun jembatan diatas sungai dengan memanfaatkan dana desa. Anak-anak ini hari depan bangsa, janganlah dibiarkan mereka kehilangan nyawa begini, ” ujarnya.

Putu mengemukakan Komisi X bakal menyebut pemda Kabupaten Nias buat mengharap kejelasan berkenaan soal itu. Dia mengharap atas peristiwa itu, mesti dilakukan tindakan lekas.

” Kami dari Komisi X DPR bakal menyebut pemerintah di mana Kemendikbud jadi partner kami serta kami akan juga menyebut pemerintah daerah, buat mengharap keterangan bagaimana hal semacam ini dapat berlangsung? Apa memang hal semacam ini udah lama berlangsung serta dilewatkan? Apa memang semua daerah pedalaman begini? Ini yang wajib diterangkan, ” ujarnya.

Moment nahas itu berlangsung pada Senin (3/9/2018) terus lebih kurang waktu 13. 00 WIB. Kala itu, 4 siswa SD serta 1 siswa SMP ingin pulang dari sekolah melintasi anak Sungai Borofino, Desa Balombaruzo, Gomo, Kabupaten Nias Selatan.

Mereka merupakan Kristina Hulu (6), Putri Hulu (5), Viterman Hulu (13), serta Roberton Tavenae (8). Dan seseorang siswa SD, Restu Hulu (6), belumlah sempat melintas sungai. Sewaktu mereka melintasi sungai itu, tak diduga arus sungai yg sangatlah deras ada dalam waktu relatif cepat.

” Kebanyakan sungai yg dilintasi dangkal, tetapi tempo hari kala peristiwa itu paginya hujan lebat. Menjadi tak diduga sungainya berarus deras, ” ujar Kapolres Nias Selatan AKBP Faisal Napitupulu kala diminta konfirmasi, Rabu (5/9/2018).

About admin